Korea Selatan Evaluasi Aturan Bebas Wajib Militer bagi Atlet Usai Kontroversi Pemain U-23
Kamis, 15 Okt 2026, 09.41 WIB
.jpg&w=3840&q=75)
Kepala Administrasi Tenaga Kerja Militer Korea Selatan, Hong So-young, menyampaikan penyesalan atas kontroversi yang melibatkan sejumlah pemain Timnas U-23 setelah meraih medali emas sepak bola putra Asian Games 2026 pada 3 Oktober lalu.
Kontroversi bermula ketika beberapa pemain menunjukkan kebanggaan atas status bebas wajib militer mereka. Yang Min-hyeok bahkan mengungkapkan bahwa dirinya bermain demi memperoleh pembebasan wajib militer, sementara Park Seung-soo mengunggah foto yang memicu reaksi publik. Sikap tersebut menuai kecaman, terutama dari masyarakat yang sedang menjalani dinas militer.
Di Korea Selatan, pria yang memenuhi persyaratan diwajibkan menjalani dinas militer selama 18 hingga 21 bulan. Namun, atlet dan seniman berprestasi tertentu dapat memenuhi kewajiban melalui program pengabdian masyarakat alternatif selama 34 bulan.
Menanggapi polemik tersebut, pemerintah Korea Selatan tengah menyiapkan reformasi kebijakan. Sejumlah opsi yang dipertimbangkan meliputi pengetatan persyaratan penerima manfaat serta pengurangan jumlah kompetisi yang dapat menjadi dasar memperoleh keringanan dari dinas militer aktif.
Hong menyatakan bahwa pihaknya telah mencapai kesepahaman dengan Kementerian Kebudayaan terkait rencana perubahan tersebut. Meski demikian, kebijakan baru masih menunggu peninjauan akhir dan ditargetkan dapat ditetapkan pada tahun depan.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan juga mempertimbangkan pembatasan lebih lanjut, bahkan kemungkinan penghapusan program keringanan wajib militer bagi atlet dan seniman. Rincian perubahan tersebut direncanakan masuk dalam agenda reformasi pertahanan mendatang.



